1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
Kemartiran Stefanus
1 Lalu imam besar berkata, "Apakah memang benar demikian?"
2 Stefanus berkata, "Saudara-saudara dan tuan-tuan, dengarkanlah! Tuhan yang Maha Mulia telah tampak kepada bapa kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia tinggal di Haran,
3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari kerabatmu, dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
4 Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim itu, dan tinggal di Haran. Dari situ, setelah ayahnya meninggal, Tuhan menyuruh dia ke negeri ini, tempat kamu sekarang berdiam.
5 Namun Tuhan tidak memberikan negeri itu sebagai milik pusakanya, bahkan setapak pun tidak. Ia menjanjikan untuk memberikannya kepadanya sebagai milik, dan kepada keturunannya setelah dia, meskipun pada waktu itu dia tidak memiliki anak.
6 Tuhan berfirman demikian, bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing, dan mereka akan diperbudak serta dianiaya selama empat ratus tahun.
7 Namun bangsa yang memperbudak mereka akan Kuhukum, demikian firman Tuhan, dan setelah itu mereka akan keluar dari situ dan menyembah Aku di tempat ini.
8 Kemudian Ia memberikan perjanjian sunat kepada Abraham. Demikianlah Abraham mempunyai anak Yitshak, dan pada hari kedelapan ia menyunatkan Yitshak. Lalu Yitshak mempunyai anak Yakob, dan Yakob mempunyai anak dua belas patriark (bapa leluhur).
9 Karena iri hati, para patriark (bapa leluhur) menjual Yosef ke Mesir, tetapi Tuhan menyertainya,
10 dan melepaskannya dari segala kesusahannya. Ia mengaruniainya kasih dan hikmat di hadapan Firaun, raja Mesir, yang mengangkatnya menjadi penguasa atas Mesir dan atas seluruh istananya.
11 Lalu datanglah kelaparan dan penderitaan besar atas seluruh tanah Mesir dan tanah Kanaan, sehingga bapa-bapa leluhur kita tidak mendapat makanan.
12 Namun ketika Yakob mendengar bahwa ada gandum di Mesir, ia pertama-tama mengutus bapa-bapa leluhur kita ke sana.
13 Pada kali kedua, Yosef dikenali oleh saudara-saudaranya, dan asal usul Yosef menjadi diketahui oleh Firaun.
14 Maka Yosef mengirimkan pesan dan mengundang Yakob, ayahnya, dan seluruh kerabatnya, tujuh puluh lima orang.
15 Maka Yakob pergi ke Mesir, dan ia meninggal di situ, juga bapa-bapa leluhur kita,
16 lalu dibawa ke Sikhem dan dibaringkan dalam kubur yang telah dibeli oleh (keturunan) Abraham dengan suatu harga dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem.
17 Ketika sudah dekat saat janji Tuhan, yang diberikan menurut sumpah kepada Abraham, maka jumlah bangsa itu di Mesir bertambah banyak dan berlipat ganda,
18 sampai tampillah seorang raja lain yang tidak mengenal Yosef.
19 Raja itu bertindak licik terhadap bangsa kita dan menindas bapa leluhur kita, dengan memaksa mereka untuk membuang bayi-bayi mereka supaya mereka tidak dapat hidup.
20 Pada waktu itu lahirlah Moshe. Ia sangat elok di hadapan Tuhan. Ia diasuh selama tiga bulan di rumah ayahnya.
21 Lalu ia dibuang, dan putri Firaun memungutnya dan mengasuhnya sebagai anaknya sendiri.
22 Moshe dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia sangat berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.
23 Ketika ia berumur empat puluh tahun, ia tergerak hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, orang-orang Israel.
24 Ketika melihat seorang dari saudaranya itu diperlakukan tidak adil, ia membela dan melakukan pembalasan bagi yang tertindas, dengan memukul orang Mesir itu.
25 Ia menyangka bahwa saudara-saudaranya akan mengerti bahwa Tuhan akan memberikan keselamatan kepada mereka melalui dia, tetapi mereka tidak mengerti.
26 Pada hari berikutnya, ia tampil kepada mereka yang sedang berkelahi, dan ia berusaha mendamaikan mereka dengan berkata: Hai saudara-saudara, kamu adalah saudara, mengapa kamu saling menganiaya?
27 Namun orang yang berbuat salah kepada sesamanya itu menolak dia, dengan berkata: Siapa yang menjadikanmu pemimpin dan hakim atas kami?
28 Apakah kamu hendak membunuhku, seperti kemarin kamu membunuh orang Mesir itu?
29 Moshe melarikan diri karena perkataan ini, dan ia menjadi pendatang di tanah Midian, tempat ia mendapatkan dua anak laki-laki.
30 Ketika empat puluh tahun telah berlalu, malakh Sang Tuan tampak kepadanya di padang gurun Gunung Sinai, dalam nyala api di semak duri.
31 Ketika Moshe melihat penglihatan itu, ia menjadi heran, dan ketika ia mendekat untuk melihat, suara Sang Tuan datang kepadanya:
32 Akulah Tuhan bapa leluhurmu, Tuhan Abraham, Tuhan Yitshak, dan Tuhan Yakob. Maka Moshe menjadi sangat takut dan tidak berani melihat lebih jauh.
33 Lalu Sang Tuan berfirman kepadanya: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, karena tempatmu berdiri itu adalah tanah yang kudus.
34 Aku telah melihat penderitaan umat-Ku yang ada di Mesir, Aku telah mendengar keluh kesah mereka, dan Aku telah turun untuk menyelamatkan mereka. Sekarang, marilah, Aku akan mengutusmu ke Mesir.
35 Moshe ini, yang telah mereka tolak dengan berkata: Siapa yang menjadikanmu pemimpin dan hakim? Dialah yang diutus Tuhan sebagai pemimpin dan pembebas, melalui tangan malakh yang telah tampak kepadanya di semak duri itu.
36 Dia membawa mereka keluar dengan melakukan tanda-tanda dan mukjizat di tanah Mesir, di Laut Merah, dan di padang gurun selama empat puluh tahun.
37 Moshe inilah yang berkata kepada orang-orang Israel: Seorang nebi seperti aku akan dibangkitkan bagimu oleh Sang TUAN, Tuhanmu, dari antara saudara-saudaramu. Dialah yang harus kamu dengar.
38 Moshe inilah yang berada di dalam jemaat di padang gurun, bersama-sama dengan malakh yang telah berbicara kepadanya di Gunung Sinai, dan juga bersama-sama dengan bapa leluhur kita. Dialah yang telah menerima firman yang hidup untuk disampaikan kepada kita,
39 yang kepadanya bapa leluhur kita tidak mau taat. Malah mereka menolak dia, dan dalam hatinya mereka berpaling kepada Mesir,
40 dengan berkata kepada Harun: Buatlah bagi kami tuhan-tuhan yang akan berjalan di depan kami, sebab Moshe yang telah membawa kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi padanya.
41 Lalu mereka membuat patung anak lembu pada waktu itu, dan mempersembahkan korban kepada berhala itu, serta bersukacita dengan hasil karya tangan mereka itu.
42 Maka Tuhan berpaling, dan menyerahkan mereka untuk beribadah kepada bala tentara langit, sebagaimana telah tertulis dalam kitab para nebi: Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan persembahan selama empat puluh tahun di padang gurun, hai kaum Israel?
43 Malah kamu mengangkat kemah Molokh dan bintang tuhanmu, Remfan, patung-patung yang kamu buat untuk disembah. Maka Aku akan membawamu keluar, jauh ke seberang Babel.
44 Kemah Kesaksian ada bersama bapa leluhur kita di padang gurun, sebagaimana Dia yang berfirman kepada Moshe memerintahkan untuk membuatnya menurut pola yang telah dilihatnya.
45 Kemah itu juga diterima oleh bapa leluhur kita, dan dibawa bersama Yesus (Y’hoshua ben Nun) ke tanah milik bangsa asing, yang dihalau Tuhan dari hadapan bapa leluhur kita, hingga zaman Dawid.
46 Dawid mendapat kasih di hadapan Tuhan, dan dia memohon untuk mendirikan tempat kediaman bagi Tuhan Yakob.
47 Namun Salomolah yang mendirikan rumah bagi-Nya.
48 Namun, Yang Maha Tinggi tidak berdiam di dalam rumah buatan tangan manusia, sebagaimana dikatakan para nebi:
49 Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku? Demikianlah firman Sang TUAN. Atau tempat apakah yang akan menjadi tempat perhentian-Ku?
50 Bukankah tangan-Ku yang telah membuat semuanya ini?
51 Kamu yang tegar tengkuk, yang tidak bersunat hati, dan tidak bertelinga, kamu selalu menentang Roh Kudus. Sama seperti bapa leluhurmu, demikian juga kamu.
52 Siapakah dari antara para nebi yang tidak dianiaya oleh bapa leluhurmu? Mereka telah membunuh nebi-nebi yang datang sebelum kedatangan Yang Benar, yaitu Dia yang telah kamu serahkan dan kamu bunuh!
53 Kamu telah menerima hukum (Torah) melalui perantaraan para malakh, tetapi kamu tidak memeliharanya.”
54 Ketika mereka mendengar perkataan Stefanus itu, mereka menjadi sangat marah dan mengertak-ngertakkan gigi kepadanya.
55 Namun Stefanus, yang penuh Roh Kudus, menatap ke langit dan melihat kemuliaan Tuhan, dan Yesus (yaitu Y'hoshua) berdiri di sebelah kanan Tuhan.
56 Ia berkata, “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Tuhan.”
57 Namun mereka berteriak dengan keras, menutup telinga mereka, dan dengan serentak menyerbu dia.
58 Mereka menyeret dia ke luar kota dan melemparinya dengan batu. Para saksi meletakkan jubah-jubah mereka di kaki seorang pemuda yang bernama Saulus.
59 Mereka melempari Stefanus dengan batu, sementara ia berdoa dan berkata, “Ya Tuan Yesus (yaitu Y'hoshua), terimalah rohku.”
60 Ia bersujud dan berseru dengan suara keras, “Ya Tuan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka.” Setelah berkata demikian, ia meninggal.