1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
Perumpamaan Tentang Perjamuan Raja
1 Yesus (Y’hoshua) kembali berbicara di dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya,
2 “Kerajaan Tempat Tinggi adalah seperti seorang raja yang mengatur pernikahan putranya.
3 Raja itu mengirimkan hamba-hambanya untuk memanggil orang-orang undangan agar datang ke perjamuan pernikahan itu, tetapi mereka tidak mau datang.
4 Ia mengirimkan lagi hamba-hamba yang lain dan berkata: Katakanlah kepada orang-orang undangan itu: Sesungguhnya aku telah menyiapkan hidangan bagimu. Lembu-lembu dan anak lembu tambun telah disembelih dan semuanya sudah siap. Datanglah ke perjamuan!
5 Namun orang-orang undangan itu tidak mengindahkannya dan pergi. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang mengurus usahanya,
6 sementara yang lain menangkap hamba-hambanya itu lalu menyiksa dan membunuhnya.
7 Ketika raja itu mendengarnya, ia menjadi marah, lalu ia mengirimkan pasukannya untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
8 Sesudah itu raja itu berkata lagi kepada hamba-hambanya: Perjamuan telah siap, tetapi orang-orang yang diundang itu tidak layak.
9 Karena itu pergilah ke jalan-jalan raya dan undanglah setiap orang yang kamu temui di situ, untuk datang ke perjamuan.
10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang mereka temui di jalan-jalan raya, orang jahat maupun orang baik, sehingga penuhlah perjamuan itu dengan para tamu-tamu.
11 Namun ketika raja itu masuk dan bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat ada seorang laki-laki yang tidak berpakaian pesta.
12 Maka raja itu berkata kepadanya: Sahabat, bagaimana kamu datang ke sini tanpa mengenakan pakaian pesta? Orang itu diam saja.
13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah tangan dan kakinya, bawalah dia pergi, dan lemparkanlah dia ke dalam kegelapan di luar. Di sana akan ada ratapan dan kertakan gigi.
14 Sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih.”
Jebakan Terhadap Yesus (Y'hoshua)
15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi dan berkumpul bersama untuk menjebak Yesus (Y’hoshua) dengan perkataan-Nya sendiri.
16 Mereka mengirim murid-murid mereka bersama para pendukung Herodes kepada-Nya dan berkata, “Guru, kami tahu bahwa Engkau adalah orang benar dan Engkau mengajar jalan Tuhan di dalam kebenaran. Engkau juga tidak takut kepada manusia karena Engkau tidak memandang muka.
17 Oleh karena itu, katakanlah kepada kami apa pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak?”
18 Namun Yesus (Y’hoshua) mengetahui niat jahat mereka dan berkata, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
19 Tunjukkanlah kepada-Ku uang yang untuk membayar pajak itu!” Mereka membawa kepada-Nya uang satu dinar.
20 Lalu Ia bertanya kepada mereka, “Gambar dan tulisan siapakah ini?”
21 Mereka berkata kepada-Nya, “Gambar dan tulisan kaisar.” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Berikanlah kepada kaisar apa yang adalah milik kaisar, dan berikanlah kepada Tuhan apa yang adalah milik Tuhan.”
22 Mendengar jawaban itu, heranlah mereka lalu pergi meninggalkan Yesus (Y’hoshua).
Kebangkitan Orang Mati
23 Pada hari itu, datanglah kepada-Nya beberapa orang Saduki - yang berkata bahwa tidak ada kebangkitan - dan bertanya kepada-Nya,
24 “Guru, Moshe berkata bahwa jika seorang laki-laki meninggal tanpa memiliki anak, maka saudaranya harus menikahi istrinya itu untuk memberi keturunan bagi yang meninggal itu.
25 Ada di antara kami tujuh saudara. Yang pertama meninggal setelah menikah, dan ia tidak memiliki keturunan sehingga ia meninggalkan istrinya itu untuk saudaranya.
26 Demikian pula saudara yang kedua, yang ketiga, hingga sampai yang ketujuh.
27 Setelah mereka semua meninggal, perempuan itu pun meninggal.
28 Pada hari kebangkitan, dari antara tujuh saudara itu, yang manakah yang beristrikan perempuan itu? Sebab mereka semuanya telah memperistrikan dia.”
29 Yesus (Y’hoshua) menjawab mereka, “Kamu sesat! Sebab kamu tidak mengetahui Kitab Suci maupun kuasa Tuhan.
30 Pada hari kebangkitan, mereka tidak menikah dan tidak dinikahkan, melainkan hidup seperti para malakh Tuhan di tempat tinggi.
31 Namun mengenai kebangkitan orang mati, tidakkah kamu membaca apa yang difirmankan Tuhan kepadamu:
32 Akulah Tuhan Abraham, Tuhan Yitshak, dan Tuhan Yakob? Ia bukanlah Tuhan orang-orang mati melainkan Tuhan orang-orang hidup.”
33 Setelah orang banyak itu mendengar hal ini, mereka menjadi takjub akan pengajaran-Nya.
Perintah Yang Terutama
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar bahwa Ia telah membuat orang-orang Saduki menjadi terdiam, berkumpullah mereka.
35 Lalu seorang dari mereka, seorang cendekiawan Torah, bertanya untuk mencobai Dia,
36 “Guru, perintah manakah yang paling utama di dalam hukum (Torah)?”
37 Yesus (Y’hoshua) menjawabnya, “Kasihilah Sang TUAN, Tuhanmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.
38 Itulah perintah yang terutama dan yang pertama.
39 Perintah yang kedua, yang seperti itu, adalah kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.
40 Pada kedua perintah inilah bergantung seluruh kitab hukum (Torah) dan kitab para nebi.”
Dawid dan Sang Mesias
41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, bertanyalah Yesus (Y’hoshua) kepada mereka,
42 “Menurut pendapatmu siapakah Sang Mesias? Anak siapakah Dia?” Mereka menjawabnya, ”Anak Dawid!”
43 Lalu kata-Nya kepada mereka, “Jika demikian, bagaimana mungkin Dawid di dalam Sang Roh menyebut Dia sebagai Tuannya, ketika ia berkata:
44 Firman Sang TUAN kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
45 Jika Dawid menyebut Dia sebagai Tuan, bagaimana mungkin Dia anaknya juga?”
46 Tidak ada seorang pun yang mampu menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada lagi yang berani mengajukan pertanyaan kepada-Nya.